Pernahkah kalian punya sahabat? Sedekat apa? Sangat dekat, biasa saja atau mungkin kalian sudah lupa seberapa dekat kalian saking seringnya bersama, mempunya sahabat keinginan semua orang betul...betul...betul
Tidak ada jalan tanpa lubang bukan, aku ingin membagikan sedikit cerita mengenai aku dan teman ku.
Cerita ini dimulai saat kami kelas 7 SMP awalnya aku tidak mengenalnya maklum kami anak baru, aku juga tidak duduk sebagku dengan dirinya, aku dan teman ku itu sering berantem karena aku yang lebih tinggi dari dia duduk didepan sementara dia dibelakang ku, dia sering protes! Tapi itulah yang menyatukan kita dikelas 8, aku dan dia tidak satu kelas aku sudah mengenalnya kami pernah naik sepeda kerumahnya, lalu kerumah ku dan itu jaraknya tidak dekat, lalu kami pernah jalan kaki bersama kerumahnya atau dia yang mengajari ku naik bus umum, hehehe aku anak sepedaan jadi mana pernah naik bus, lihat bus aja serasa mau muntah, itu pengalaman berharga karena dari itu aku berani..berani naik bus, awalnya dia tidak tertarik dengan ekstrakulikuler yang aku geluti lalu aku bujuk dia agar kami bisa terus bersama dikelas 8 akhirnya dia mau, satu tahun ditutup dengan kami yang menjadi penanggung jawab kelas 7f yang merupakan kls kami dulu, kelas yang berisikan 32 orang 10 perempuan dan 22 org laki-laki bisa dibayangkan kelas itu kelas terbandel diangkatanya padahal dulu sewaktu kami adalah kelas teristimewa, naik kelas 9 kami lagi- lagi kami tidak satu kelas kami memutuskan les dibimbingan belajar yang sama hari-hari berlangsung luar biasa kami saling terkena virua merah jambu, dia menyukai teman ku dari kelas 7, anggota kami bertambah satu orang ditambah anggota cadangan satu orang. Masa kelas 9 masanya pertobatan kami sering janjian puasa sunah bersama, kumpul dimajid kami pernah berjanji "kita akan reunian disurga suatu saat nanti" konyol tapi janji itu kami utarakan di dalam masjid sekolah, untuk urusan cinta kami semua belum berhasil mendapatkan apa yang kami inginkan, aku terjebak dengan cinta segitiga, dia dengan cinta tak terbalas dan teman ku yang satu dengan cinta yang entah kemana. Tapi kami bukan wanita yang merengek untuk cinta kami mamp survaiv. Tapi lucunya kami sudah memberikan benda untuk gebeta kami masing-masing, aku ngasih jam tangan, dia topi dan tasbih, teman ku sarung semua itu kami berikan atas nama ketulusan sialnya semua tanpa bekas singkat cerita kami lulus lalu kami satu SMA yang sama aku dan dia jurusan IPA sementara teman ku itu IPS dan disini mualai muncul keretakan diantara kami akan aku sabung cerita ku ini lain kesempatan kalau ada yang mau berbagiaku tunggubdi kolom komentar ya...hehehe berbagi itu lebih baik daripada dipendam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar